Pengukuran adalah kegiatan penentuan
nilai atau harga dari dari suatu besaran dengan cara cara membandingkan besaran
tersebut dengan besaran sejenis sebagai standar atau ukuran baku ( Mundilarto, 2007 : 10).
Peranan pengukuran dalam kehidupan
sehari-hari sangat penting. Seorang tukang jahit pakaian mengukur panjang kain
untuk dipotong sesuai dengan pola pakaian yang akan dibuat dengan menggunakan
meteran pita. Penjual daging menimbang massa daging sesuai kebutuhan pembelinya
dengan menggunakan timbangan pasar. Seorang petani tradisional mungkin
melakukan pengukuran panjang dan lebar sawahnya menggunakan satuan bata, dan
tentunya alat ukur yang digunakan adalah sebuah batu bata. Tetapi seorang arsitek mengukur lebar jalan menggunakan alat meteran kelos untuk mendapatkan
satuan meter.
Pengukuran Besaran Panjang
Pengukuran Besaran Panjang
Panjang dalam SI memiliki satuan meter. Satuan tak baku untuk panjang yaitu bisa menggunakan
inchi, jengkal, kaki dan juga hasta. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur
panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda. Sebagai contoh, untuk
mengukur lebar buku kita gunakan pengaris, sedangkan untuk mengukur lebar jalan
raya lebih mudah menggunakan meteran kelos.
a. Pengukuran Panjang dengan Mistar
Penggaris atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus, berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm. Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.
a. Pengukuran Panjang dengan Mistar
Penggaris atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus, berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm. Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.
Gambar : Pengukuran
menggunakan Mistar
Sumber : https://images.google.com/
b.
Pengukuran Panjang dengan Jangka Sorong
Bagaimanakah mengukur kedalaman suatu tutup pulpen ? Untuk mengukur kedalaman tutup pulpen dapat kita gunakan jangka sorong. Jangka sorong biasa digunakan untuk mengukur diameter suatu benda yang berbentuk bulat atau lingkaran. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa. Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu:
1. Rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm
2. Rahang geser yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.
Bagaimanakah mengukur kedalaman suatu tutup pulpen ? Untuk mengukur kedalaman tutup pulpen dapat kita gunakan jangka sorong. Jangka sorong biasa digunakan untuk mengukur diameter suatu benda yang berbentuk bulat atau lingkaran. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa. Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu:
1. Rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm
2. Rahang geser yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.
Cara
membaca skala pada Jangka Sorong yaitu :
1.
Jepit benda diantara jangka sorong
Gambar : Pengukuran
menggunakan Jangka Sorong
Sumber : https://images.google.com/
2.
Lihatlah
angka pada skala utama. Skala utama pada gambar diatas yaitu 2,4 cm
3.
Lihatlah
garis pada skala nonius yang lurus dengan skala utama. Pada gambar diatas yang
lurus nilainya yaitu 0.07
4.
Jumlahkan
skala utama dan skala nonius. Jadi diameter sekrup pada gambar diatas adalah
2,4 + 0.07 = 2.47 cm (Suryatin,2008:12)
3. Pengukuran menggunakan Mikrometer
skrup
Micrometer
sekrup digunakan untuk mengukur benda-benda yang berukuran tipis atau plat. Kita
bisa menggunakan mikrometer sekrup untuk menghitung tebal kertas, baik satu
lembar kertas ataupun satu rim kertas. Mikrometer sekrup memiliki ketelitian
0,01 mm. Cara membaca Mikrometer sekrup yaitu :
1.
Benda
dijepit pada rahang mikrometer sekrup.
Gambar : Pengukuran
menggunakan Mikrometer Sekrup
Sumber : https://images.google.com/
2.
Lihatlah
angka pada skala utama. Angka yang terlihat pada skala utama yaitu 13,5 mm.
3.
Lihatlah
garis pada skala nonius yang lurus dengan skala utama.pada gambar diatas skala
noniusnya adalah 0,17 mm.
4.
Jumlahkan
angka yang ditunjuk skala utama dengan skala nonius. Jadi tebal bahan tersebut
yaitu 13,5 + 0,17 = 13,67 mm (Suryatin,2008:13)
Pengukuran Besaran Massa
Massa
adalah ukuran jumlah materi yang dikandung oleh suatu benda. Standar
satuan untuk massa adalah kilogram (kg). Selain satuab baku
tersebut, satuan tak baku untuk pengukuran massa yaitu gram, ons, ponds, kwintal dan ton.
Pernahkah
kamu pergi ke pasar? Ketika di pasar
kamu mungkin akan melihat berbagai macam alat ukur timbangan seperti timbangan
pasar, timbangan emas, bahkan mungkin timbangan atau neraca digital. Timbangan
tersebut digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah
keseimbangan kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur
dengan anak timbangan yang digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan
neraca O’Hauss tiga lengan atau dua lengan.
a. Neraca O’Hauss
Neraca O’Hauss adalah neraca yang memiliki 2 lengan dan lingkaran
skala (Suryatin,2008:15). Pada neraca
ini ada 3 skala yang masing-masing menunjukkan ratusan gram, puliuhan gram dan
satuan gram. Jumlah ketiga angka yang ditunjukkan oleh skala adalah massa beban
tersebut tertentu (Surya ,2000:14).
Gambar : Pengukuran
menggunakan Neraca O'hauss
Sumber : https://images.google.com/
b. Timbangan
Pada dasarnya alat ini digunakan
untuk menimbang benda-benda benda kebutuhan pokok ( Mundilarto, 2007 : 13).
c. Neraca 2 lengan
Neraca 2 lengan ini memiliki keakuratan yang lebih tinggi dibandingkan
timbangan biasa. Neraca ini bisa
digunakan untuk menghitung barang pokok maupun emas yang memiliki gram tertentu
(Surya ,2000:14)
Gambar : Pengukuran
menggunakan Neraca 2 lengan
Sumber : https://images.google.com/
Pengukuran Besaran
Waktu
Waktu
didefinisikan sebagai lama berlangsungnya suatu peristiwa atau periodesasi ( Mundilarto, 2007
: 14). Satuan waktu yang biasa kita pakai yaitu
sekon (detik). Dalam SI , besaran waktu yang biasa kita pakai
sehari-hari yaitu :
1 menit = 60 sekon
1 jam = 60 menit =
3600 sekon
1 hari = 24 jam =
86400 sekon
Alat
ukur yang biasa dipakai dalam pengukuran waktu yaitu arloji dan stopwatch ( Mundilarto, 2007 : 15).
Gambar : Pengukuran
menggunakan Arloji dan Stopwatch
Sumber : https://images.google.com/
Untuk memperdalam pemahaman mengenai materi pengukuran, mari
kita saksikan video berikut. Selamat belajar :)
Daftar
Pustaka
Surya,
Yohanes.2000. IPA Fisika Gasing. Tangerang : PT Kandel
Suryatin,
Budi.2008. Fisika VII . Jakarta : Grasindo
Mundilarto,
Edi Istiyono.2007. Fisika 1 . Jakarta : Yudistira







0 komentar: